HARGA LOGAM MULIA HARI INI

March 22, 2013

Mencari Rasa Aman Dengan Investasi Logam Mulia

KOMPAS.com — Perempuan itu menimang cincin tanpa mata seberat 2,9 gram dengan bentuk tidak terlalu rumit. Setelah dihitung dengan kalkulator, cincin emas berkadar 75 persen itu dibanderol sang penjual dengan harga Rp 1.450.000.
Karena calon pembelinya itu tampak masih ragu, sang penjual menyuguhkan cincin lain yang lebih sederhana dengan kadar serupa, tetapi lebih ringan, hanya 1,5 gram. Harganya Rp 750.000.

"Dua bulan yang lalu saya masih bisa jual ini Rp 300.000-an. Ini tak ada urusan dengan akan Lebaran atau tidak. Harga emas dari sananya juga naik terus akhir-akhir ini," ujar Ida, penjual emas di sebuah toko perhiasan di Melawai Plaza, Jakarta, Selasa (23/8/2011).
Ia pun berceloteh tentang nilai dollar AS yang turun dan menyarankan sang calon pembeli untuk menyimpan emas. "Sekarang banyak yang suka lantakan karena murni. Kadarnya 99,99 persen. Ada 1, 2, 3, 4, 5, 10, 25, 50 gram. Mau yang mana?" tutur Ida seraya memainkan jemarinya di atas kalkulator. Ia pun menawarkan lempengan seberat 5 gram seharga Rp 2.925.000. "Itu sudah termasuk sertifikat PT Aneka Tambang (Antam)."
Emas kini memang makin menjadi buruan. Harga emas batangan atau dikenal sebagai logam mulia pada 21 Juni adalah Rp 434.000 per gram untuk pembelian 1 kilogram, melonjak menjadi Rp 450.000 pada 29 Juli, dan Rp 492.000 pada Kamis (24/8/2011). Bahkan, sehari sebelumnya, harganya sempat menyentuh Rp 534.000 per gram.

Emas dengan bobot lebih rendah memiliki harga lebih tinggi mengingat biaya produksinya yang lebih tinggi. Emas batangan seberat 1 gram, kemarin, dijual dengan harga Rp 534.000 oleh PT Antam. Jika peminat membelinya di toko emas, bisa dipastikan harganya lebih mahal lagi. "Rasanya harga emas sekarang sudah tak masuk akal," kata Nuraeni yang lebih dari 30 tahun setia mengoleksi emas batangan dan perhiasan.
Setiap kali memperoleh bonus dan gratifikasi dari kantor, separuhnya selalu ia tukarkan dengan emas. Tahun 1990-an, misalnya, ia biasa membeli emas yang harganya berkisar Rp 20.000 per gram. "Artinya, sekarang harganya lebih dari 24 kali lipat."
Nuraeni belajar banyak dari ibunya soal investasi emas. Untuk perhiasan, misalnya, ia membeli yang modelnya paling sederhana karena saat dijual ongkos pembuatan tak masuk dalam perhitungan. Perhiasan seberat 20 gram suatu saat akan ditukar dengan yang 40 gram, begitu seterusnya.

"Begitu juga dengan emas batangan. Beli 10 gram, 25 gram, lalu tukar yang lebih berat. Suatu saat, anak saya sekolah ke luar negeri, saya tak perlu memikirkan biayanya. Aman, ada koleksi emas yang siap dijual," ujar ibu seorang anak yang telah mengumpulkan sekitar 3 kilogram emas ini.
Aman dan mudah
Sebagai investasi alternatif—kalau bukan yang utama—emas memang menarik. Nilai emas yang tidak termakan inflasi dianggap paling aman. Menjualnya pun mudah.
Bahkan, kini muncul tren untuk memilih menggadaikan emas daripada menjual. Hasilnya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, 2-4 bulan, atau untuk menggandakan koleksi emas. "Saat itu juga dibawa, ditaksir, langsung cair uangnya. Tidak ada proses yang rumit," kata Fahmi dari Cabang Gadai Emas Bank Danamon Syariah di Jalan Raya Serpong, Tangerang.

"Paling cuma butuh waktu 15 menit," kata Rojak, pegawai Pegadaian di BSD, Tangerang Selatan. Hari Rabu (24/8/2011) siang itu saja, kantornya telah menerima gadai emas senilai Rp 200 juta.
Pada dasarnya, sistem gadai yang ditawarkan Bank Danamon Syariah atau Pegadaian lebih kurang sama. Ada yang disebut dengan nilai taksiran. Untuk logam mulia, kedua lembaga itu sama-sama memberikan Rp 460.000 per gram meskipun PT Antam pada hari yang sama menjual Rp 516.000 per gram untuk ukuran 1.000 gram.
Dari nilai taksiran itu lantas ada persentase yang ditetapkan untuk dibiayai gadainya. Danamon memberikan dua pilihan, 80 persen untuk masa gadai empat bulan dan 90 persen untuk masa gadai dua bulan. Sementara itu, Pegadaian memberikan pembiayaan sedikit lebih tinggi, dengan 92 persen dari harga taksiran untuk barang senilai di bawah Rp 20 juta. Di atas Rp 20 juta, Pegadaian malah memberikan pembiayaan 93 persen.
Yang berbeda adalah pembayaran bunga atau biaya titip. Pegadaian menggunakan basis gadai per 15 hari. Ketika waktu menebus terlewat satu hari saja, misalnya sampai 16 atau 17 hari, basis biaya penitipannya akan ditambah 15 hari kedua. Setiap 15 hari bunganya adalah 1,2 persen, dengan jangka waktu gadainya selama empat bulan. "Artinya, kalau nasabah baru menebus setelah empat bulan, ia membayar bunga 8 x 1,2 persen atau 9,6 persen," kata Rojak.

Saat belum bisa menebus pada akhir bulan keempat, ia bisa meneruskan untuk empat bulan berikutnya setelah membayar bunga 9,6 persen dari nilai pembiayaan.
Meskipun masa gadainya dua bulan dan empat bulan, Danamon menetapkan biaya titip dengan basis harian, minimal selama 10 hari. Biaya titip harian ini sebesar Rp 262-Rp 331, bergantung pada nilai pembiayaan. Hitungan harian ini membuat biaya titipnya bisa lebih rendah daripada Pegadaian.
Menurut Adi Arijanto dari Humas Pegadaian Kantor Wilayah Utama XIII Surabaya, hingga Juli 2011, omzet logam mulia mencapai Rp 19 miliar dengan 3.257 nasabah. "Nasabah yang investasi logam mulia, mencicil maupun tunai, terus meningkat meski harga emas melambung," katanya.
Demam emas ini juga yang membuat Artini (35) sejak enam bulan lalu ikut-ikutan mengejar emas. "Ketika beli emas seberat 50 gram pada Juni, harganya Rp 21 juta, sekarang nilainya sudah hampir Rp 24 juta. Lalu, saya alihkan deposito untuk beli emas berupa kepingan," ucap karyawati di Surabaya yang masuk dalam barisan "mencari rasa aman lewat emas" ini. (ETA/FIT)

Sumber : Kompas.com

Saat Harga Turun, Toko Emas Pegadaian Tutup

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan Umum Pegadaian menutup sementara toko emas yang dikelolanya yang disebut Galeri 24 di Kantor Perum Pegadaian di daerah Kramat, Jakarta. Penutupan itu dilakukan justru ketika harga logam mulia sedang turun lumayan drastis.
"Kami sedang melakukan stock opname (penghitungan kembali inventaris logam mulia yang dimiliki)," ujar Humas Perum Pegadaian Lucya Widarti di Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Harga logam mulia di PT Aneka Tambang pada hari ini turun cukup jauh menjadi Rp 547.000 per gram untuk keping satu gram, yang sehari sebelumnya menapaki harga Rp 554.000 per gram.
Turunnya harga logam mulia ini tidak terlepas dari dropnya harga emas di pasar dunia yang sempat turun 2,3 persen ke level 1.677 dollar AS per troy ounce pada perdagangan 22 November 2011.
"Layanan logam mulia masih bisa dilayani di Kantor Pegadaian Keramat," ujarnya. 
Editor :Robert Adhi Ksp

Sumber : Kompas.com

March 20, 2013

Pegadaian Jawa Barat Jual Logam Mulia Antam hingga 1,5 Kg/Hari

Minat masyarakat Jawa Barat terhadap logam mulia 24 karat semakin tinggi. PT Pegadaian (Persero) mencatat, penjualan logam mulia di Jawa Barat rata-rata mencapai 1-1,5 kg per hari.
Manager Bisnis PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Bandung, Elvi R Hidayah mengatakan, pada 2012 PT Pegadaian berhasil membukukan penjualan logam mulia (emas 24 karat) sebesar Rp54 miliar. Tumbuh sekitar 58,8 persen dari posisi penjualan tahun 2011 sebesar Rp32 miliar.
"Pencapaian luar biasa ini, menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi emas semakin tinggi," jelas Elvi di Bandung, Selasa (12/2/2013).

Menurut dia, harga logam mulia diperkirakan terus meningkat. Pada tahun 2015, harga emas 24 karat diperkirakan mencapai Rp650 ribu per gram.
Elvi menjelaskan, skema penjualan logam mulia yang dilakukan Pegadaian, memungkinkan masyarakat memiliki emas dengan modal ringan. Dimana, Pegadaian menawarkan sistem pembiayaan/kredit emas batangan di atas 10 gram dan bisa diangsur selama periode tertentu.

Skema tersebut, lanjut dia, terbukti cukup diminati masyarakat. "Tahun lalu, penjualan logam mulia 95 persennya melalui skema pembiayaan, dan sisanya beli tunai," ujar dia.
Elvi mengatakan, sebagian besar nasabah Pegadaian adalah masyarakat menengah atas. Mereka menganggap, emas merupakan investasi menjanjikan dan terjangkau.

Berkaca dari pencapaian tahun lalu, manajemen PT Pegadaian optimistis, penjualan logam mulia lebih menjanjikan di tahun 2013. Disebutkan Elvi, Pegadaian Kanwil X Bandung menargetkan penjualan logam mulia sebesar Rp68 miliar. Sekitar Rp64 miliar diharapkan didapat melalui skema pembiayaan, dan Rp4 miliar melalui penjualan tunai.

Namun demikian, Pegadaian baru melayani penjualan tunai di empat outlet dengan berat minimal 1 gram. "Mulai tahun 2012, sebanyak 330 outlet telah melayani penjualan emas melalui sistem pembiayaan. Ini berbeda dengan kondisi di tahun 2011 lalu, di mana hanya beberapa outlet saja yang melayani pembiayaan emas,” jelas dia.

Lebih lanjut Elvi menjelaskan, selain untuk investasi jangka panjang, kepemilikan logam mulia juga digunakan nasabah Pegadaian untuk meng-cover berbagai kebutuhan darurat dan modal usaha. Tidak sedikit nasabah Pegadaian yang menggadaikan emasnya untuk biaya pendidikan, kesehatan, termasuk modal usaha.
Diketahui, tahun lalu, nilai pembiayaan kredit cepat aman (KCA) yang dipinjamkan Pegadaian mencapai Rp6,4 triliun, lebih besar dari pencapaian 2011 sebesar Rp5,5 triliun. Tahun ini, pihaknya menargetkan menyalurkan pinjaman KCA senilai Rp9,7 triliun.

Pegadaian, lanjut dia, berencana memberikan kemudahan bagi nasabah melalui program lainnya. Salahsatunya melakukan penyesuaian suku bunga pinjaman. Saat ini, suku bunga kredit Pegadaian sekitar 1 persen.

(Arif B)
Sumber : SindoNews.com

March 19, 2013

Harga Emas Logam Mulia Antam Hari Ini


Untuk mengetahui harga emas logam mulia antam hari ini ,
Silahkan cek di JuraganLM
Pastikan logam mulia yang Anda beli asli produksi PT ANTAM dan bersertifikat resmi
Untuk keterangan lebih lanjut, kirim email ke : juraganLM@gmail.com atau
Hubungi 0813-22200-369

March 18, 2013

10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbanyak

Liputan6.com, New York : Bank-bank sentral di dunia kini sudah mendiversifikasi cadangan devisa di negara mereka dengan emas. Tercatat, pembelian emas oleh Bank-bank Sentral global mencapai 534,6 metrik ton pada 2012 lalu.

World Gold Council melaporkan kepemilikan emas global secara resmi meningkat menjadi 31.671,4 ton per Maret 2013. Ingin tahu Bank Sentral mana saja yang menjadi pemilik cadangan emas terbanyak di dunia.
Berikut 10 negara pemilik cadangan emas terbanyak di dunia, seperti dikutip dari laman Businessinsider, Senin (18/3/2013):

1. Amerika Serikat   Kepemilikan emas resmi : 8.133,5 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 75,6%
AS memiliki volume cadangan emas terbesar pada 1952, ketika cadangannya mencapai 20.663 ton.  Kepemilikan emas jatuh pertama kali di bawah angka 10K pada 1968.
2. Jerman  
Kepemilikan emas resmi : 3.391,3 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 72,7%  
Jerman menjual emas di bawah Perjanjian Emas Bank Sentral (Central Bank Gold Agreement/CBGA) 1 dan 2 untuk keperluan pencetakan koin emas peringatan.
Pada  tahun pertama CBGA3 (2008 - 2009), Bundesbank  menjual sekitar 6 ton emas, dan telah menjual 4,7 ton emas sejak September 2011.
Belum ada perubahan dalam kepemilikan emas Jerman akhir-akhir, tetapi Bundesbank mengumumkan pada Januari akan memulangkan semua cadangan fisik di Paris dan New York Fed.
3. Italia  
Kepemilikan emas resmi : 2.451,8 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 72,2%
Italia tidak menjual emas di bawah CBGA 1 atau 2 dan telah mengumumkan tidak ada penjualan di bawah CBGA3.
Namun pada 2011, bank-bank di Italia meminta Bank of Italy untuk membeli emas dan meningkatkan neraca mereka  menjelang tes stres.
4. Perancis
Kepemilikan emas resmi : 2.435,4 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 69,2%  
Perancis menjual 572 ton emas di bawah CBGA 2,dan di luar perjanjian Perancis dilakukan transfer sekitar 17 ton kepada Bank for International Settlements sekitar tahun 2004 sebagai bagian dari pembelian saham BIS.
Perancis mengumumkan  tidak ada rencana untuk penjualan cadangan emas di bawah CBGA 3.
5. Cina  
Kepemilikan emas resmi : 1.054,1 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 1,7%
Emas masih memberikan kontribusi sangat kecil secara prosentase terhadap cadangan devisa asing China yang mencapai US$ 3,2 triliun dibandingkan dengan rata-rata negara lain di internasional yang mencapai 10%.
Membangun cadangan emas akan sangat penting bagi China dengan melihat pergerakan mata uangnya di dunia internasional. Negara ini juga berharap untuk  membuat cadangan mata uang, menurut Financial Times.
6. Swiss  
Kepemilikan emas resmi : 1.040, 1 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 10,5%  
Pada 1997, negara ini mengumumkan proposal penjualan sebagian dari cadangan emas negara itu karena dinilai sebagai "hal yang diperlukan untuk tujuan kebijakan moneter," menurut World Gold Council.
Negara ini memiliki surplus sekitar 1.300 ton emas dan mulai menjualnya pada Mei 2000. 1.170 ton terjual di bawah CB GA1, dan 130 ton yang di bawah CBGA2. Swiss telah mengumumkan tidak berencana untuk menjual emas di bawah CBGA 3.
7. Rusia
Kepemilikan emas resmi : 969,9 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 9,8%
Rusia telah membangun cadangan emasnya sejak 2006 untuk diversifikasi cadangan mata uang asing, dan untuk membantu membangun rubel sebagai mata uang cadangan internasional.
Pada 2012, Rusia menambahkan kepemilikan 75 ton cadangan emasnya, yang sebagian besar dibeli dari dalam negeri.
8. Jepang  
Kepemilikan emas resmi : 765,2 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 3,2%
Cadangan emas Jepang pada 1950 baru mencapai 6 ton. Bank Sentral baru mulai meningkatkan kepemilikan melalui pembelian emas secara drastis pada 1959, dengan menaikkan pembelian hingga 169 ton dari tahun sebelumnya.  
Pada 2011, Bank of Japan menjual cadangan emas negara tersebut senilai 20 triliun yen untuk meningkatkan perekonomian negara tersebut, dalam rangka menenangkan investor setelah bencana tsunami dan nuklir.
9. Belanda  
Kepemilikan emas resmi : 612,5 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 59,2% 
Kembali pada 1999, Belanda mengumumkan di bawah CBGA1 bahwa mereka akan menjual 300 ton emas selama lima tahun ke depan, tetapi hanya berhasil menjual 235 ton.  
Di bawah CBGA2 (2004/2005 - 2008/2009), negara ini mengatakan akan menjual total 165 ton (yang termasuk 65 ton tersisa dari CBGA1), dan mengumumkan tidak ada penjualan di bawah CBGA3 (dari 2008/2009-2013/2014).
10. India
Kepemilikan emas resmi : 557,7 ton
Prosentase emas dalam cadangan devisa : 9,9%
Reserve Bank of India diketahui membeli International Monetary Fund (IMF) dan menganggap emas sebagai investasi yang aman, tapi negara ini sangat jarang memberikan mengumumkan rencana pembelian emasnya.
Sementara itu, pemerintah telah berusaha untuk mencegah orang membeli logam mulia. Hal itu dilakukan karena impor emas dinilai menjadikan India defisit. (Nur)
Sumber : Liputan6.com

March 17, 2013

Harga Emas Logam Mulia Dongkrak Laba PT Antam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Meningkatnya harga emas sepanjang 2012 lalu turut mendorong keuntungan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Pabrik emas mi8lik pemerintah tersebut meraih kenaikan laba bersih per Desember 2012 sebesar 55,25 persen menjadi Rp2,99 triliun jika dibandingkan dengan laba periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,93 triliun.

Laporan keuangan perseroan Senin, (18/03/2013) menyebutkan kenaikan laba bersih diakibatkan oleh pendapatan perseroan yang naik menjadi Rp10,45 triliun per Desember 2012 dari pendapatan di tahun sebelumnya Rp10,35 triliun. Beban pokok penjualan naik jadi Rp8,43 triliun dari beban pokok di tahun sebelumnya Rp7,32 triliun.

Penghasilan lain-lain naik menjadi Rp2,99 triliun dari penghasilan lain-lain di tahun sebelumnya yang Rp555,90 miliar. Laba sebelum pajak naik jadi Rp3,89 triliun dari laba sebelum pajak di tahun sebelumnya Rp2,57 triliun.
Total aset ANTM per Desember 2012 mencapai Rp19,71 triliun. Jumlah ini alami kenaikan dari total aset per Desember 2011 yang sebesar Rp15,20 triliun.

Sumber : TribunNews.com

March 16, 2013

Ditemukan Bakteri Penghasil Emas 24 Karat

TEMPO.CO, East Lansing - Peneliti dari Michigan State University menemukan cara menciptakan emas di laboratorium. Pencarian emas kini tak lagi harus dilakukan dengan mengeruk tanah dan merusak alam.
Adalah bakteri Cupriavidus metallidurans yang menjadi kunci resep ampuh tersebut. Bakteri ini sanggup mencerna emas cair beracun--disebut emas klorida--dan menjadikannya emas 24 karat. Proses biokimia tersebut dilakukan dalam waktu satu pekan.
"Bakteri alkimia mengubah material tidak berguna menjadi logam mulia," ujar peneliti mikrobiologi Michigan State University Kazem Kashefi, melalui siaran pers di situs universitas itu.

Dalam laporannya, ia menyebutkan bakteri tersebut bisa membuat emas 25 kali lipat lebih banyak dari perkiraan awal.
Kesuksesan penelitian ini mengingatkan orang pada upaya pencarian benda yang bisa mengubah batu menjadi emas atau dikenal sebagai ilmu alkimia. Bahkan, ilmuwan besar seperti Isaac Newton ikut tergila-gila mencari material sakti ini. Hingga akhir hayatnya, Newton tak kunjung menemukan resep rahasia tersebut.

Dari tangan Kashefi, alat pembuat emas ini berpindah ke tangan pakar seni Michigan State University Adam Brown. Brown menjadikan mesin itu sebagai instalasi seni. Kedua pakar lintas keahlian ini tergabung ke dalam kelompok The Great Work of the Metal Lover.
Perangkat pembuat emas ini ditampilkan pada kompetisi seni maya Prix Ars Electronica di Austria yang berakhir 7 Oktober lalu. Pada pameran, alat ditampilkan sebagai laboratorium portabel terbuat dari perangkat keras bersepuh emas 24 karat, bioreaktor kaca, dan bakteri.
Brown tak sungkan menyebut penelitian ini sebagai bagian dari ilmu alkimia. "Ini adalah neo-alkemi. Perincian proyek ini merupakan persilangan mikrobiologi dan alkimia," ujar dia.
Keinginan peneliti memperbesar skala produksi alat ini terhadang besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini. Namun, menurut Brown, alat yang dipamerkan bertujuan menggugah etika. Hasil penelitian ini membuat ketamakan dan kerusakan lingkungan akibat penambangan emas menjadi sesuatu yang absurd.
MSU.EDU | ANTON WILLIAM
Sumber : TEMPO.CO

March 14, 2013

Pasangan Muda Lirik Investasi Logam Mulia 2013

Pasangan muda di Yogyakarta mulai banyak berinvestasi emas batangan. Sebab, investasi emas batangan sangat menjanjikan dan minim risiko.

"Pasangan muda di Yogyakarta semakin banyak yang berinvestasi emas batangan, bukan emas perhiasan," kata Ratna Setyaningsih, salah seorang pengusaha emas di Yogyakarta, Senin, 21 Januari 2013.
Investasi untuk masa depan keluarga, seperti biaya pendidikan anak dan hidup, semakin berkecukupan.

Risiko investasi emas batangan pun lebih kecil dibandingkan emas perhiasan.
Risiko hilang dan pudar untuk emas perhiasan lebih tinggi karena sering dipakai. Namun emas batangan yang disimpan akan lebih aman dari risiko-risiko itu.
Harga purnajual emas perhiasan pun akan turun 5-10 persen. Sedangkan emas batangan hanya 2 persen. Meskipun begitu, pemilik emas tetap tidak akan rugi karena harga emas cenderung naik. Jikalau turun, juga tidak terlalu rendah. Diibaratkan hanya seperti gigi gergaji, naik-turunnya sedikit.

Harga emas batangan atau disebut logam mulia bersertifikat saat ini Rp 545 ribu per gram. Sedangkan emas perhiasan 75 persen Rp 420 ribu per gram. Sedangkan emas perhiasan 40 persen atau biasa disebut emas muda Rp 230 ribu per gram. "Jika inflasi tinggi, harga emas juga akan semakin tinggi," kata dia.
Emas-emas batangan diproduksi, antara lain, oleh PT Aneka Tambang (Antam) dan pabrikan emas lainnya. Investasi emas batangan itu tidak harus batangan 1 kilogram. Namun dibuat per 100 gram. Dengan demikian, yang mau investasi emas batangan tidak harus dengan modal yang sangat banyak.
Menurut Titin, salah seorang pegawai toko emas di Jalan Solo, pasangan muda banyak yang bertanya soal keuntungan jika berinvestasi emas batangan. Tetapi juga banyak yang membeli emas perhiasan, kalung, gelang, cincin, dan lain-lain. "Emas batangan semakin menjadi idola," kata dia.

Muh SyaifullahSumber : TEMPO.CO

March 7, 2013

Jual Beli Logam Mulia Antam di Jakarta 2013


JuraganLM Update

Cara mudah membeli logam mulia di Jakarta hanya di JuraganLM, barang siap diantar hanya untuk area tujuan Jakarta. Untuk mengetahui harga logam mulia hari ini di JuraganLM klik disini 

Bukan hanya menjual, JuraganLM juga siap membeli logam mulia milik Anda, kami siap menjemput untuk daerah Jakarta saja, Logam Mulia Anda akan kami hargai dengan harga logam mulia tahun 2013

Kunjungi kami di JuraganLM.

March 5, 2013

Harga Emas Merosot Tajam ke Level Terendah

Liputan6.com, New York :

Harga emas merosot ke posisi terendah dalam tujuh bulan merespons risalah pertemuan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserves (The Fed) yang menunjukkan berlanjutnya perpecahan pendapat atas program pembelian aset senilai US$ 85 miliar per bulan.

Harga emas untuk pengiriman April di divisi Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun US$ 26,2 menjadi US$ 1.578 per ounce, terendah sejak 12 Juli 2012.

Seperti dikutip dari Wall Street Journal, Kamis (21/2/2013), beberapa pejabat The Fed khawatir kebijakan yang dibuat dapat menyebabkan ketidakstabilan di pasar keuangan. Untuk itu, The Fed berencana untuk mengevaluasi program-program yang dilakukannya pada pertemuan Maret.

Kebijakan moneter yang akomodatif telah membantu mendorong emas ke rekor tertinggi karena investor mencari lindung nilai terhadap inflasi yang dapat mengikuti peningkatan likuiditas dalam sistem keuangan.

Harga emas merosot pada bulan lalu setelah rilis dari hasil pertemuan Federal Open Market Committee, yang mengatakan beberapa anggota The Fed memilih mengakhiri pembelian obligasi oleh The Fed sebelum akhir 2013.

Emas digunakan sebagai lindung nilai terhadap gejolak ekonomi, dan minat investor dalam logam telah melemah karena pasar saham AS naik ke tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sektor perumahan AS telah kembali pulih, China tampaknya telah dihindari kemerosotan ekonomi yang parah, dan di Eropa, masalah krisis utang masih dalam masa tenang.

"Keuntungan di pasar saham minggu ini terus mempengaruhi investor untuk mengalihkan dana dari logam mulia," ungkap Vice president and metals strategist RBC Capital Markets George Gero. (Ndw)

Sumber : Liputan6.com


March 4, 2013

Fakta Sensasional Investasi Emas

Liputan6.com, London : 

Harga komoditas seringkali mengalami fluktuasi harga yang tinggi dari tahun ke tahun. Hal tersebut karena banyak hal yang mempengaruhi pasokan dan permintaannya, seperti kebijakan pemerintah, pemogokan pekerja, dan volatilitas mata uang.

Hal itu juga yang banyak membuat investor mendatangi produsen dan memilih pembelian harga komoditas serta meninggalkan investasi keuangan. Tren global ikut mempengaruhi mereka.

Sebagai contoh komoditas emas. Ada beberapa fakta tentang emas yang mengejutkan investor. Berikut empat fakta sensasional terbaru dari komoditas emas, seperti dilansir marketoracle.co.uk, mengutip analisis Frank Holmes, CEO and Chief Investment Officer U.S. Global Investors, Kamis (24/1/2013).

1. Emas memiliki kinerja yang konsisten selama lebih dari satu dekade
Saat harga logam lain tidak bersinar di tahun 2012, harga emas justru sebaliknya. Naik sampai 7% di tahun lalu, nilai emas berturut-turut selama 12 tahun mengalami kenaikan fenomenal.

Hal menarik adanya pola kenaikan dalam tiga tahun relatif tinggi dibandingkan komoditas lain. Selama 10 tahun terakhir, harga emas telah meningkat dibandingkan yang lain selama tiga tahun berturut-turut, kemudian jatuh dalam posisi relatif dalam tahun keempat sebelum mengulangi siklus.

Pertanyaannya, apakah kondisi atau pola yang sama kembali terjadi pada 2013?

2. Emas tetap jadi komoditi hot di 2013
Keberadaan pelonggaran siklus global dan tekanan pada dana moneter yang memunculkan ketakutan pada perdagangan, diperkirakan akan terus menjadi pendorong harga emas selama beberapa bulan mendatang.

Kenaikan proyeksi prosentase neraca terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Bank Sentral Eropa, Bank of Japan, Federal Reserve dan Bank of England selama 2013. Bank-bank tersebut dinilai akan memiliki kepanikan sehingga menghilangkan keyakinan dari 'kertas' yang mereka miliki. Investor masih akan lebih memilih untuk memiliki emas dari 'kertas' tersebut.

3. Emas menjadi komoditas yang mengalami volatilitas
Fakta bahwa setiap gerakan emas dianalisis dan dibedah media, hal mengejutkan bahwa logam mulia ini sebenarnya yang paling stabil dari 14 komoditas.

Cara untuk melihat volatilitas cukup rendah emas. Lihatlah frekuensi pergerakan naik atau turun emas di atas 10% setiap 20 hari perdagangan. Logam ini hanya sedikit lebih stabil daripada S&P 500.

Selama 2013, Anda dapat mengandalkan emas bergerak dua arah, sehingga bahkan jika logam mengalami volatilitas ekstrim untuk sisi negatifnya. Terlepas dari laporan berita, investor harus Waspada bahwa setiap kedalaman harga menawarkan kesempatan pembelian potensial.

Meski begitu, perlu diingat akan lebih bijaksana untuk berinvestasi hanya 5% sampai 10% dari total portofolio dalam saham emas dan emas.

4. Kondisi emas dalam 4 tahun terakhir, lebih baik dari yang Anda pikirkan

Banyak investor bertanya tentang kinerja saham emas. Seperti terlihat, NYSE Arca Emas BUGS Index (HUI) mengalami cukup keuntungan, meningkat lebih dari 50% secara kumulatif sejak awal 2009. Keduanya jauh mengungguli investasi obligasi. (Nur/Ndw)

Sumber : Liputan6.com


Hati-Hati Berinvestasi Saham Emas

Minggu, 03 Maret 2013 | 08:43 WIB

TEMPO.CO, Yogyakarta - Belajar dari kasus PT Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah, Bank Indonesia menyarankan masyarakat bersikap hati-hati atas tawaran investasi menggiurkan.Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Causa Iman Karana, mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai tawaran investasi perusahaan yang menjanjikan imbalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata investasi lainnya. Masyarakat perlu memastikan jenis perusahaan dan keberadaan uang yang diinvestasikan. “Jangan mudah terpancing dengan imbalan yang ditawarkan. Masyarakat harus waspada,” kata dia saat dihubungi Tempo, Sabtu, 2 Maret 2013.

Menurut dia, tawaran bonus sebesar 1,5 sampai 2 persen per bulan dari pembelian emas batangan 100 gram patut dipertanyakan. Bila dihitung, margin atau keuntungan nasabah dalam satu tahun bisa mencapai 24 persen per tahun. Padahal, dalam kondisi normal, suku bunga atas deposito di perbankan sebesar 5-6 persen. “Kalau dibandingkan dengan suku bunga perbankan, angkanya jauh sekali,” katanya.

BI, kata dia, tidak berwenang menangani lembaga keuangan nonbank, seperti PT Golden Traders Indonesia Syariah. Hanya, BI akan memeriksa kemungkinan perusahaan itu menjalin kerja sama dengan perbankan syariah. “Saya harus cek satu per satu bank terlebih dahulu,” katanya.
Sebelumnya, Golden Traders Indonesia Syariah menjual emas batangan produk PT Aneka Tambang (Antam) dengan harga 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas di pasaran. Harga lebih mahal karena ada kompensasi yang diberikan kepada nasabah setiap bulan. Nasabah hanya perlu membeli emas batangan per 100 gram dengan harga Rp 71.800.000. Setiap bulan, nasabah mendapatkan bonus sebesar 1,5-2 persen dari harga pembelian emas. Pemberian bonus dilakukan selama 3-6 bulan, bergantung pada kontrak yang dipilih nasabah. Setelah kontrak habis, nasabah bisa memperpanjang kembali. Uang pembayaran bonus langsung dikirim dari GTI Syariah Jakarta ke rekening setiap nasabah GTI Syariah.

Konsultan PT Golden Traders Indonesia Syariah Yogyakarta, Bray Nuraida Joyokusumo, mengatakan, besaran bonus yang ditawarkan perusahaan itu normal. Sama seperti toko emas yang lainnya. Hanya, harga emas yang dijual 20 persen lebih mahal ketimbang harga emas yang dijual di pasaran. “Bisnis ini menguntungkan. Nasabah juga tidak perlu khawatir karena emas berada di tangan mereka,” katanya.

Belakangan ini, salah seorang pemilik saham PT Golden Traders Indonesia Syariah dari Malaysia, Michael Ong, dikabarkan membawa kabur uang nasabah sebesar Rp 10 triliun dan emas. Michael Ong menjadi presiden direktur di perusahaan itu. Bray Nuraida Joyokusumo berkali-kali membantah kabar uang nasabah dibawa kabur Michael Ong. Selengkapnya soal Golden Traders klik di sini.

Shinta Maharani
Sumber : TEMPO